Gara-gara tumpukan pekerjaan dua minggu ini dan menyebabkan blog ini terbengkalai dan percakapan yang tidak selesai dengan klien di Italy sana hari Jumat kemarin, sepanjang pagi ini pikiran saya tertuju ke beliau dan sisa percakapan yang belum dilanjutkan itu. Ketika memasuki lift kantor, tiba-tiba saya teringat ucapannya beberapa bulan yang lalu saat beliau berkunjung ke Indonesia pas mau masuk ke lift yang sama di gedung kantor saya. Sambil bercanda beliau bilang begini : “so you have to decide which floor you want to attend before you go into the elevator, otherwise you can never go back”. Saya menanggapinya dengan “yes, you can. All you have to do is out from the elevator whatever floor it is going, back to the 1st floor, choose the right floor, and waiting for the right elevator before you came back to the right track. Such a long way, huh?”. Lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak. ![]()
Sekedar info bahwa gedung kantor saya memakai lift yang menggunakan system computerize yang mengharuskan kita memilih dulu lantai yang hendak dikunjungi sebelum masuk ke dalam lift. Ngga hanya sekedar memencet nomor lantai, tapi kita juga harus memperhatikan lift mana yang akan menuju ke lantai yang kita tuju. Dan juga terpisah dua bagian, lift untuk ke lantai 3 – 17, dan lift ke lantai 18 – 29. Hal ini menyebabkan kebanyakan tamu-tamu gedung ini sering terjebak di lift yang salah. Ada dua jenis orang yang kejebak: yang ngikut saja orang-orang masuk ke dalam lift lalu bingung karena di dalam lift ga ada button sama sekali kecuali tombol darurat; dan yang sudah memencet nomor lantai sebelumnya tapi tidak memperhatikan lift mana yang akan membawa dia ke lantai itu dan asal naik lift yang kebuka aja, lalu bingung karena ternyata di layar dalam tidak ada lantai pilihannya. Gyahahahaha… ![]()
Saya pengemar sepak bola? Pernah. Dulu jaman tahun 96 sampe 98-an rasanya. Di saat Owen masih rookie dan belum ngetop-ngetop amat, dan ya.. saya pengemar Liverpool. Eh tapi saya sih bukan fans-nya Owen loh yaaaa… Cuma karena saya sedang dekat dengan salah satu player dari Mataram Indocement (klub sepak bola dari Jogja untuk Liga Indonesia) kala itu.. *uhuk* ![]()
Setelah itu, rasanya biasa-biasa aja. Ngga lagi terlalu ngikutin perkembangan per-sepakbola-an. Sekali-kali ya masih lah suka nungguin Liverpool tanding. Apalagi kalo lawannya MU. Selain itu, ya biasa-biasa aja. Mungkin karena sudah kesibukan skripsi juga. Dan sejujurnya saya memang lebih seneng mantengin NBA ketimbang nonton bola. *ahlesyan* ![]()
Menjalani profesi sebagai Legal Counsel selama 9 tahun ini, membuat saya telah bertemu dan melakukan negosiasi dengan banyak karakter orang-orang. Bukan cuma itu, kemampuan saya membaca karakter orang pun jadi ikut terasah. Ntah kenapa sudah beberapa tahun belakangan ini, saya selalu saja bisa menebak dengan tepat karakter orang yang sedang bernegosiasi dengan saya. Yang bluffing, yang bohong, yang calo, yang beneran punya duit, yang licik, yang greedy… well, bukannya mau sombong, tapi ntah kenapa yang kayak gitu-gitu itu selalu terbaca dengan tepat oleh saya. ![]()
Horeeeee… sampai juga dua tahun menulis di wordpress. Ngga berasa! Rasanya baru kemaren berani memindahkan semua tulisan dari blog lama ke sini..
Oh ya, ini rapor selama dua tahun:
Ternyata, tahun ini pun ga nyampe 100 tulisan saya buat! Cih! Blogger macam apa saya ini… ![]()












