Akhirnya…
2009 Oktober 29

This must be what growing feels like.
Dalam inti dari sebuah epiphany, saya menjadi lebih kuat saat saya menyadari bahwa saya telah lama berhenti mempertanyakan apa yang salah dengan saya.
Dan saya mulai bertanya-tanya apa yang salah dengan mereka, yang tidak bersedia menerima saya.










langit Jakarta terlalu cerah hari ini! huh!
*pusing*
*lanjut baca curhatjakarta*
akhirnya mampir uga di sini
salam super,,,
gak nyesel saya main ke blog ini,,,
artikelnya gak bosenin…
sukses untuk anda !!!
*duduk merenung sambil ngopi*
*teriak ke pelayan…Cheese cake 1!”
*rampas cheese cake-nya Yessy*
waktu yang tepat buat maen arung jeram *siap2 bawa anduk*
*merenung*
langit cerah memang, bahkan terlalu cerah… too much in my mind…
suprie kalo mau curhat boleh loooooh…
*nyalain YM*
siapa anda?
siapa mereka?
*logat pongah* haks…
Saya sedang gundah gulana belakangan ini, entah kenapa …
Barangkali butuh ilham …
bukan aku yang ngumpetin si ilham
MasOm, coba tanya pada angin yang lewat barusanHoreeee, akhirnya Chichi manggil aku ‘Mas’, hilang deh gundah gulana
*terbechulkan*
semoga segera mendapatkan jawaban… *eh butuh jawaban ya
*
yang salah mereka-lah yang gak bisa menerima apa adanya. karena kita adalah yang paling benar! ™
sapa yang tak mau menerimamu?
anu.. itu kesimpulan cha
saya juga merasa tidak diterima
*malah curcol*
……jadi bersiap-siaplah meneriakkan kata “Eurika”, ketika suatu saat nanti ternyata mereka bisa menerima mu seperti yang kau pertanyakan saat ini.
karena bukan tidak mungkin, suatu saat nanti mereka juga mengalami suatu rasa dan makna dari sebuah epiphany. walaupun mungkin harus menunggu sampai kepala mereka “terbentur” sesuatu atau hati mereka “tersayat” sesuatu.
tapi pada akhirnya seorang Chic pun bisa berkata, “akhirnya…., Alhamdulillahh…, Eurika…., Puji Syukur….”, atau apapun itu.
karena semua manusia berhak utk mengalami suatu rasa dari sebuah epiphany, karena realisasi diri akan makna dari suatu hal tidak harus datang lebih awal, tapi bisa juga terlambat, walaupun utk itu kepala kita harus “terbentur” dan hati kita harus “tersayat” terlebih dahulu utk mengalami realisasi dari esensi dan makna sesuatu
kok gue jadi serius gini ya?
*tolong pentung kepala gue*
ah ya kenapa ga inget komen ini pas blind date kemaren?
*dilempar barbel*
Hmmm…
Iya betul…
“dan kadang-kadang mereka tak punya jawaban untuk pertanyaan itu…!”
Betull! Mereka semua salah!
*latian pongah*
Tapi saya mau lho nerima
sangu darimbak Chic *garuk-garuk kepala*Yang salah ituh anggaran ga turun2 !!! rrrgggghhhhh… *pingsan*
mungkin mereka yang tidak mau menerimanmu adalah cermin yang menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat menyadari sebuah keindahan.
coffee time chic
namun aku masih belum bisa berhenti bertanya kepada diriku sendiri,
“Apa yang salah denganku? Dan aku harus bagaimana? Kenapa aku selalu melakukan kesalahan dan tidak bisa meminimalisirnya?”
aku belum bisa berhenti demikian, lantas bagaimana aku harus mulai bertanya “apa yang salah dengan mereka?”
wah… mana wempi tau tuh… nemu aja belon…
akhirnya saya tau apa arti epiphany. setelah googling. kasihannya saya.
saya merasa belum bisa diterima sepenuhnya oleh lingkungan sekitar saat ini, dan belum dapet epiphany seperti chic alami. Maaaf jadi curcol juga
Siapa yang tidak bisa menerima adalah yang tidak bisa memberi? *ling lung
apa tuh epiphany ?? *males googling* :p *sama wondernya dengan kata “menafikan” kemaren*
iya, memang kita gak salah kok, yang salah tuh mereka, cih rugi sekali mereka gak menerima kita *ngamuk2 gak jelas*
nyumet kopi sambil nyruput rokok, dibaca bolak-balik kanan kiri, atas bawah. ono opo tho iki?
wah hawane mego mendong ki……
karena semua orang punya jalannya sendiri2, penerimaan orang lain jadi ga terlalu penting. kalo komentar orang lain itu membangun, baru penting.. kl ga sih, what the hell
woooohh… aku malah kebalikannya, mbak.
berhenti bertanya apa yg salah dr mereka dan mulai bertanya apa yg salah dariku… =,=’
mungkin karena mereka belum mendapat honor, bonus, atau hadiah dari embak
(* gw dapet hadiah juga engga ? *)
saya adalah saya, tanpa perlu menjadi seperti orang lain, biarkan orang berkata apa… *Lho?!*
Langitnya district mana tu? di Kuningan ya?
kok sampeyan jeli banget sampe tau itu langit di Kuningan?
klo musim hujan saya sering ngojek payung disitu….
maksudnya apaa juga gatau dah
salam knal jeng
kita ini sukanya main-main ya sama diri sendiri. semoga jadi orang yang suka cari kesalahan diri sendiri dulu.
saya juga sering gitu kok, mbak. apa yang salah dari saya, wong saya ngganteng begini, kok? mereka aja yang pada nggak waras
manggut-manggut …
pura-pura mengerti …
then …
menyelinap kebalik tembok …
dan jongkok disana …
salam opa
yang salah adalah cara mereka menyikpi *apa iya gitu* he he he
ndak tau apa yg salah denga mereka, mari tanya pada rumput yang dangdutan ato tak usah pedulikan
*pongah style*
Epiphany itu apa yak? Kosakata baru kah?
udah dicari di kamus mas?
Maksudnya apa mbak?
doh, gak bisa baca plurk kamu, di private terus…
>< "temon"
aduh.. plurk saya memang buat kalangan terbatas Mas.. maaf
resah bersama hembusan angin
“Dan saya mulai bertanya-tanya apa yang salah dengan mereka, yang tidak bersedia menerima saya.”
sama saya mbak, pasti diterima
*terbatuk-batuk*
salam…
“epiphany” apaan ya?…
kok sya nda ngerti yaa arah pembicaraannya ..
heee …
Langit disini lagi mendung loh. Mau kesini?
Titip Pesan : Ayo Senin Besok Kita Pakai Baju Hitam Semua Untuk Dukung Cicak Melawan Buaya http://ruanghati.com/2009/11/01/ayo-senin-besok-kita-pakai-baju-hitam-untuk-dukung-cicak-lawan-buaya/
epiphany, hmmm..pertama denger kata ini di Simsons The Movie, tapi artinya apa? tercerahkan ya? *duh, lupa*
wooogh mas cling suka nonton the simpson juga?
ya betuuuul.. artinya tercerahkan
lha saya kan masih anak-anak, mbak, makanya masih demen nonton kartun, qeqeqeqe….
eh bener ya itu artinya? *jingkrak-jingkrak kesenengan*
wah.. bagaimanapun jg langit jogja kaya’na lebih enak dipandang deh mbak.. yach, walaupun akhir2 ini memang agak puanass.. panas banget malah.. he.he..
yg pasti, kita selalu harus introspeksi.. kadang apa yg menurut kita baik dan benar.. belum tentu hal itu jg baik dan benar di mata mereka…
Mendung??
Mendung tak berarti hujan, betulkah??
hihihihi….sudah mbak…emang mereka harus dikasi cermin tu
ya ya ya….gue ngerti rasanya gimana. senut senut gitu kan ya??
*sotoy mode on*
konsekuensimu,chi..jadi seleb **dikepruk parutan**tapi ya,sesekali cuek ga dosa khan…:)
akuh mampiiiiirrrr
eh? url blognya gantiiiii.. huuu ga bilang-bilang
*apdet readers*
Jakarta lagi cerah ya
Instrospeksi diri boleh, tapi kalo selalu memikirkan kenapa orang gak mau menerima kita, apa gak capek tuh? Be your self aja kali, Non..
Selamat pagi, ^_^…V salam D3pd
A very nice pic.
keren !