Awalnya sih karena bosan ke mall terus. Jadi lah saya punya ide mengajak Vio ke museum ini. Museum Layang-layang. Lokasinya agak nyempil, terletak di Jl. H. No. Kamang. 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Harus beberapa kali bolak-balik di Jalan Fatmawati situ sih waktu nyari lokasinya sebelum benar-benar ketemu.
HTM-nya sebesar Rp. 10.000 per orang sudah termasuk audiovisual, tour museum dan belajar membuat layang-layang. Ngga cuma itu yang bisa kita lakukan di sini, tapi juga melukis layang-layang, membuat keramik, melukis keramik, melukis payung, melukis kaos, melukis wayang mini dan membatik! Khusus membatik harus per kelompok sih, minimal 10 orang. Untuk melakukan hal-hal tersebut ada harganya lagi, range-nya mulai dari 35rb rupiah sampai 50rb rupiah. Hasil kita belajar itu bisa dibawa pulang. Asik ya..
2012
Launch, and Let Go..
Katanya, cuma ada dua hal yang pasti terjadi dalam hidup ini : kelahiran dan kematian. Yang berarti juga kedatangan dan kehilangan. Dua hal yang saling bertentangan sekaligus bertautan. Karena kedatangan satu bisa sekaligus kehilangan satu hal lainnya.
Kedatangan, selalunya diiringi dengan kegembiraan. Tetapi dalam setiap kehilangan, kita harus belajar melepaskan, dan merelakan. Seperti anak kecil yang merelakan layangannya terbang ditiup angin. Berat, tapi siapa yang bisa menebak kemana arah angin bertiup?
Who’s to say where the wind will take you?
Who’s to say what it is will break you?
I don’t know which way the wind will blow
Who’s to know when the time has come around?
Don’t wanna see you cry
I know that this is not goodbye
Kite – U2
Escape to Sawarna
Hidup lagi capek-capeknya, itu lah yang memutuskan saya, hubby dan beberapa teman lain, Wenny, Alle, Mbak Wiwik, Suprie dan Nining untuk berangkat melarikan diri dari Jakarta, menuju ke suatu surga bernama Sawarna.
Rencana pengen berangkat jam 12 malam biar bisa sampe di Sawarna pagi-pagi, ternyata di awal perjalanan agak kacau balau sih. Dimulai dari nungguin supir Elf yang kami sewa yang telat satu jam dari jam yang dijanjikan, begitu dateng ternyata si supir agak-agak freak, sampe ac Elf yang tiba-tiba mati di perjalanan, yang membuat kami terpaksa melipir ke sebuah pom bensin di daerah Cibubur untuk menunggu mobil dan supir pengganti. Kami baru benar-benar melanjutkan perjalanan sekitar jam 5 pagi di hari Sabtu-nya. Gagal sudah rencana melihat sunrise di Sawarna.
Tapi setelah semua kekacauan tersebut, perjalanan selanjutnya bisa dibilang superb! Kami memilih lewat jalan Jakarta – Pelabuhan ratu – Desa Sawarna berhubung Suprie – satu-satu diantara kami yang pernah ke Sawarna – taunya lewat jalan itu. Lama perjalanan sekitar 7 jam karena jalannya menanjak dan berlubang-lubang besar. Mesti supir yang benar-benar handal untuk melalui jalan tersebut menuju Sawarna. Tapi pemandangannya CIAMIK! Kami bahkan sempat mampir ke Pantai Pelabuhan Ratu untuk sarapan pagi.
Peaceful
It always peaceful to see a baby sleep, especially when it is your baby.
Sleep well, son. Don’t worry about nightmare, Mommy right here to guard you in your sleep.
And you can always find me smiling beside you when you are wake up in the morning.
I Love You..
HOPE!
Ready
Down
The Mountain down there is Mount Bromo that located in East Java province, Indonesia. Took the picture when I was flying from Jakarta to Bali couple months ago. As a tourist attraction, Mount Bromo become interesting because of its status as a still active volcano. And for me, this place has the most beautiful sunrise view in the world.
Dangerously beautiful, no?
I Don’t Get It!
Ada beberapa orang yang bilang, some questions are better left unanswered. Ntah itu pernyataan ada benernya, atau sekedar membesarkan hati karena jawabannya sebenernya sungguh tidak enak.
Anyway, dari dulu saya punya banyak pertanyaan-pertanyaan lari-lari di dalam benak saya. Kenapa ini? Kenapa itu? Makin hari bukannya berkurang malah makin bertambah banyak. Ra uwis-uwis gitu lah kalo kata temen-temen di twitter.
Beberapa hari belakangan ini, karena satu dan lain hal, ada beberapa pertanyaan yang mampir ke benak saya dan terus berputar-putar karena saya bener-bener ngga ngerti dan ngga nemu jawabannya.
1st Anniversary Monolog Coffee
Tau Monolog Coffee yang di Plasa Senayan itu? Lokasinya di bawah, lantai dasar deket parkiran. Harus keluar dari pintu belakang PS, kalo masuknya dari lobby depan. Kalo dari parkiran atau Palm Lobby sih langsung ketemu
Minggu kemarin saya diundang 1st Anniversary-nya gitu lah. Makan-makan? Ya jelas. Saya ngga sendiri. Ada Nuniek, Chika dan Tika juga dateng. Dita diundang juga, tapi sampe acara selesai dia ngga nongol-nongol
Soal Deterjen (lagi)
Kapan tau pernah cerita soal pengalaman cuci mencuci di sini dan soal pencarian saya terhadap sabun cuci yang oke sampe akhirnya nemu Rinso cair. *halah*
Nah, setelah iklan Teuku Wisnu soal yang aksi satu tutup botol itu, kemarin itu saya ngeliat iklan Rinso cair yang baru di tipi soal gimana Rinso cair ini bisa menghilangkan noda dengan cara dioleskan langsung pada noda membandel yang ada di baju, baru direndam. Wogh canggih abis!
Jadi penasaran dan gatel pengen ngetes gitu lah jadi nya… sekalian buat pembuktian iklannya bener apa ngga. Dari pada cuma cerita doang gitu di sini sama di di twitter.
Together
This army and civil guys was together trying to make the hot balloon air get up and prepared to fly. Really was a good cooperation, no?
No Such Free Lunch

Di dunia ini ngga ada hal yang gratis. Ntah kapan saya mulai percaya kata-kata itu. Bahkan untuk bisa “hidup” pun saya merasa selalu ada harga yang harus saya bayar.
Sun

midday sun, right above the head!
Yes. I love to watch the sun rather then the night sky. Sunrise, sunset, eclipse.. You name it. It already mentioned all over my older posting in this blog.
And my “sun-moment-pictures” are scattered at all over my social media photosharing. Instagram, flickr, twitter, facebook, tumblr, posterous. Everywhere.
But, I’m no fans of midday sun. It’s hot! And I hate sweating.
I’m not the only one starin’ at the sun
Afraid of what you’d find if you took a look inside
Not just deaf and dumb i’m staring at the sun
Not the only one who’s happy to go blind
Staring At The Sun – U2
Hong Kong, IT IS!
Setelah dua postingan soal Hong Kong Disneyland, saya mau cerita soal Hong Kong-nya sendiri ah.
Jadi, saya berangkat ke Hong Kong hari Kamis tanggal 8 Maret 2012 bareng Nath, Chika, dan mamanya Chika. Naik Garuda Indonesia dong!
Eh aslinya, armada Garuda yang buat keluar negeri tuh oke banget deh. Selama di atas pesawat yang namanya makanan sama minuman perasaan ngga abis-abis datengnya.
Baru duduk di kasih jus jeruk. Sebelum take-off dari kasih permen. Ga lama abis take-off dapet cemilan kacang. Kacang belum abis, eh dapet makan siang.
Ga lama makan siang selesai, dapet roti. Sebelum mendarat, dapet anduk panas buat nyegerin muka. Ciamik deh pelayanannya.
In-flight entertainment-nya Garuda ini juga oke banget. Saya sempet nonton film The Artist dan In Time selama perjalanan, plus dengerin satu album Frank Sinatra.
Wrap Up Asus EeePC Flare..
Mau nulis soal Asus EeePC Flare lagi ah!
Jadi ya, jadi… setelah sebulan pake si Asus EeePC Flare ini, saya puas banget banget! Fitur “Nyala dalam 2 detik” netbook ini bener-bener oke pula. Dua minggu belakangan saya lagi terlibat due dilligence di kantor. Tau sendiri dong betapa ribetnya kalo lagi audit. Berhubung si Nyala dalam 2 detik ini bekerja dengan baik, audit lancar bener deh. Soalnya saya ngga perlu lama-lama nunggu si netbook “sadar” dari tidurnya, jadi ngga ada cerita konsentrasi buyar gara-gara kelamaan nunggu netbook sadar. Angka-angka dan data-data temuan bisa langsung dimasukin ke table.
*ini sebenernya saya ini legal konsultan apa akuntan sih?
*
*mulai merasa gagap profesi*











![IMG_2271[1] IMG_2271[1]](http://simplychi.files.wordpress.com/2012/02/img_22711.jpg?w=1024)
![IMG_2271[1]](http://simplychi.files.wordpress.com/2012/02/img_22711.jpg?w=448&h=334)









